Menara Jakarta: Proyek Rp8 Triliun Bangkit Lagi di 2025 Berkat Sentuhan Aguan

Menara Jakarta: Proyek Rp8 Triliun Bangkit Lagi di 2025 Berkat Sentuhan Aguan

Menara Jakarta, proyek ambisius yang sebelumnya mangkrak di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Di bawah kepemimpinan pengusaha nasional Aguan melalui Agung Sedayu Group, proyek prestisius ini kini ditargetkan akan rampung sebagian pada tahun 2025.

Menara Jakarta dan Sejarah Panjang Penuh Tantangan

Menara Jakarta merupakan bagian dari proyek Mixed Use Development di bekas lahan Bandara Kemayoran, dengan nilai investasi mencapai Rp8 triliun. Proyek ini mencakup pembangunan beberapa tower multifungsi, termasuk hotel, perkantoran, apartemen, hingga pusat perbelanjaan.

Pembangunannya sempat menarik perhatian publik karena digadang-gadang sebagai simbol baru kebangkitan properti nasional. Namun, sejak peletakan batu pertama pada 2016 silam, proyek ini justru mangkrak bertahun-tahun.

Aguan Turun Tangan: Menara Jakarta Hidup Kembali

Aguan, bos besar Agung Sedayu Group, kini resmi menjadi bagian dari pembangunan ulang Menara Jakarta. Perusahaan yang dipimpinnya dikenal sebagai pemain kuat di sektor properti, termasuk melalui kolaborasi dengan Agung Podomoro dan Jakarta Propertindo dalam berbagai proyek monumental seperti PIK 2 dan Pantai Indah Kapuk.

Keterlibatan Aguan menjadi titik balik penting. Menara Jakarta yang sebelumnya terbengkalai akibat persoalan perizinan dan pembiayaan kini mulai menggeliat kembali. Target ambisius telah ditetapkan: sebagian besar struktur utama akan selesai pada 2025.

Lokasi Strategis Menjadi Daya Tarik

Menara Jakarta dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektar dan berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Lokasinya yang sangat strategis, berdekatan dengan pusat pemerintahan, perkantoran, hingga akses tol dalam kota, membuat proyek ini memiliki nilai investasi tinggi.

Tidak hanya itu, posisi Menara Jakarta yang berada di tengah kawasan eks Bandara Kemayoran menjadikannya simbol revitalisasi kota lama menjadi kawasan modern berkelas internasional.

Rencana dan Fitur Megaproyek Menara

Proyek ini rencananya terdiri dari 6 menara besar, yaitu:

  • Fortune Tower

  • Azure Tower

  • Celestial Tower

  • Equinox Tower

  • Cosmic Tower

  • Eternity Tower

Setiap tower memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari apartemen premium, hotel bintang lima, perkantoran kelas A, hingga area hiburan dan lifestyle. Tidak ketinggalan, akan ada sky lounge, observation deck, dan fasilitas hijau ramah lingkungan di tiap bagian gedung.
Januari 2025, ASG Siap Grand Opening The Mall at Menara Jakarta - Koran  Properti

Dengan ketinggian mencapai 280 meter, Menara Jakarta digadang-gadang akan menjadi salah satu bangunan tertinggi di Indonesia saat rampung nanti.

Pemerintah Dukung Penuh

Kebangkitan Menara Jakarta juga tidak lepas dari dukungan pemerintah. Sebagai proyek yang masuk dalam kawasan strategis nasional, pembangunan ini mendapatkan pengawalan dari berbagai kementerian. Pemerintah menilai Menara Jakarta memiliki potensi besar untuk mendorong investasi dan mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.

Baca juga : Skandal Meikarta 2025: Pleidoi James Riady dan Tuntutan Ganti Rugi Semakin Membara

“Proyek ini sangat penting karena akan menghidupkan kembali kawasan Kemayoran sebagai pusat bisnis dan hunian modern,” kata perwakilan Kementerian PUPR.

Tantangan yang Dihadapi dan Cara Mengatasinya

Mangkraknya proyek ini sebelumnya disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Masalah izin mendirikan bangunan (IMB)

  • Persoalan pembiayaan dan investasi

  • Kurangnya konsistensi dalam manajemen proyek

  • Pandemi COVID-19

Namun, dengan masuknya Agung Sedayu Group dan konsorsium baru, berbagai tantangan tersebut telah ditangani. Konsorsium tersebut kini memiliki struktur keuangan yang lebih kuat dan didukung oleh sistem manajemen properti berstandar internasional.

Menara Jakarta dan Dampaknya terhadap Ekonomi Lokal

Kebangkitan Menara Jakarta diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama dalam:

  • Penciptaan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja konstruksi dan operasional

  • Mendorong UMKM lokal melalui pembangunan pusat kuliner dan ritel

  • Peningkatan nilai properti di kawasan sekitar Kemayoran

  • Peningkatan investasi asing, terutama dari sektor properti dan pariwisata

Menurut ekonom properti, kehadiran proyek ini akan menarik investor global yang tengah mencari peluang di kawasan Asia Tenggara.

Target Selesai dan Masa Depan Menara

Pihak pengembang optimistis bahwa bagian utama proyek akan selesai dan mulai beroperasi pada kuartal akhir tahun 2025. Setelah itu, pembangunan tahap dua dan tiga akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai penyelesaian penuh sekitar 2027.

Jika berjalan lancar, Menara Jakarta akan menjadi ikon baru Jakarta sekaligus simbol bahwa proyek mangkrak bisa diselamatkan dengan strategi dan manajemen yang tepat.

Kesimpulan:

Menara Jakarta, yang dulu hanya menjadi monumen proyek mangkrak, kini perlahan berubah menjadi harapan baru bagi industri properti nasional. Sentuhan Aguan dan konsorsium Agung Sedayu Group membuktikan bahwa proyek berskala besar tetap bisa bangkit meski menghadapi berbagai tantangan.

Dengan strategi matang, dukungan pemerintah, dan kekuatan modal, Menara Jakarta siap menjadi pusat bisnis dan gaya hidup baru di jantung ibu kota. Mari kita nantikan hasil akhirnya di tahun 2025 nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *