WhatsApp Third-Party Chats menjadi fitur paling dibicarakan tahun ini setelah Uni Eropa mewajibkan perusahaan teknologi besar membuka akses interoperabilitas dengan aplikasi pesan lain. Aturan ini membuat WhatsApp, aplikasi milik Meta, harus mengizinkan layanan pesan pihak ketiga untuk terhubung langsung dengan platformnya. Perubahan besar ini membuat dunia teknologi komunikasi bergerak menuju era baru, di mana batas antara aplikasi pesan mulai menghilang.
Pengertian WhatsApp Third-Party Chats dan Kenapa Fitur Ini Hadir di Eropa
WA Third-Party Chats merupakan fitur yang memungkinkan pengguna WhatsApp untuk menerima dan mengirim pesan dengan aplikasi lain tanpa harus berpindah platform. Fitur ini bukan sekadar inovasi internal dari Meta, melainkan implementasi dari aturan Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa yang mengharuskan aplikasi besar dan mendominasi untuk membuka interoperabilitas.
Aturan DMA menilai WhatsApp sebagai “gatekeeper,” yaitu aplikasi yang menguasai akses komunikasi digital. Dengan status tersebut, WhatsApp wajib menyediakan jalan bagi aplikasi lain seperti Signal, Telegram, atau layanan pesan kecil dari startup baru agar bisa terhubung dengan jaringan WhatsApp.
Keberadaan WA Third-Party Chats di Eropa menjadi langkah yang diyakini akan memperkuat persaingan di sektor pesan instan. Pengguna tidak lagi harus memiliki banyak aplikasi hanya untuk berkomunikasi dengan orang berbeda.
5 Fakta Penting WhatsApp Third-Party Chats yang Wajib Diketahui
Di bawah ini adalah lima fakta besar yang membuat fitur WhatsApp Third-Party Chats menjadi salah satu pembaruan paling revolusioner dalam dunia teknologi komunikasi.

1. WhatsApp Third-Party Chats Menjadi Fitur Wajib, Bukan Pilihan Meta
Fakta pertama adalah bahwa fitur ini bukan hasil keputusan internal Meta. Uni Eropa secara resmi menetapkan bahwa WhatsApp harus membuka aksesnya bagi aplikasi pihak ketiga agar ekosistem digital lebih kompetitif. Dengan diberlakukannya Digital Markets Act, WhatsApp harus memberikan dokumentasi teknis, protokol keamanan, dan API interoperabilitas kepada aplikasi lain yang ingin terhubung.
WhatsApp Third-Party Chats bukan sekadar fitur tambahan, tetapi regulasi yang memiliki konsekuensi hukum jika tidak dipatuhi. Eropa bahkan memberikan ancaman denda hingga 10% dari pendapatan global perusahaan jika WhatsApp menolak kepatuhan tersebut.
2. WhatsApp Third-Party Chats Tetap Menggunakan Enkripsi End-to-End
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah keamanan pesan jika aplikasi lain diizinkan masuk ke dalam ekosistem WhatsApp. Namun Meta menegaskan bahwa WhatsApp Third-Party Chats tetap harus mengutamakan enkripsi end-to-end.
Dalam implementasinya, aplikasi pihak ketiga harus mengikuti standar protokol enkripsi WhatsApp. Jika tidak, mereka tidak akan diberikan akses untuk terhubung. Ini berarti pesan lintas aplikasi tetap menjaga privasi pengguna.
Meta juga menyebutkan bahwa mereka menyediakan spesifikasi teknis bagi aplikasi lain agar bisa mengadopsi sistem enkripsi serupa. Dengan demikian, fitur ini tidak hanya aman, tetapi juga menjadi standar baru dalam interoperabilitas komunikasi.
3. WhatsApp Third-Party Chats Memungkinkan Kirim Pesan Tanpa Instal Aplikasi Lain
Salah satu keunggulan terbesar fitur ini adalah pengguna WhatsApp bisa berkomunikasi dengan pengguna aplikasi lain tanpa perlu mengunduh aplikasi tersebut. Contohnya, seseorang yang hanya memiliki WhatsApp tetap bisa mengirim pesan ke teman yang menggunakan Signal atau layanan pesan baru.
WhatsApp Third-Party Chats membuat pengalaman komunikasi lebih efisien. Pengguna tidak lagi dipaksa berpindah aplikasi, mengelola banyak akun, atau memenuhi memori smartphone dengan banyak platform pesan. Semua pesan lintas aplikasi akan muncul dalam satu ruang yang disebut “Chats Eksternal.”
Dengan fitur ini, WhatsApp berubah menjadi pusat komunikasi universal yang menghubungkan berbagai aplikasi.
4. WhatsApp Third-Party Chats Memiliki Tampilan Khusus Agar Tidak Tercampur
WhatsApp menyatakan bahwa pesan dari aplikasi pihak ketiga tidak akan bercampur dengan chat WhatsApp biasa. Sebagai gantinya, ada tab khusus yang diberi nama “Chats Eksternal,” yang memisahkan jalur komunikasi lintas aplikasi. Ini dilakukan untuk menjaga privasi, keamanan, dan kenyamanan pengguna.
Fitur ini juga membantu WhatsApp mengontrol keamanan lebih ketat. Karena pesan dari pihak ketiga memiliki risiko lebih tinggi, WhatsApp menerapkan pembatasan tertentu seperti:
-
Tidak semua format file didukung.
-
Tidak semua fitur WhatsApp dapat digunakan.
-
Pesan audio mungkin memiliki batasan kompatibilitas.
-
Reaksi emoji atau fitur canggih mungkin tidak berjalan sempurna.
5. WhatsApp Third-Party Chats Bisa Mengubah Cara Orang Menggunakan Aplikasi Pesan Global
Fakta terakhir adalah bahwa fitur ini berpotensi mengubah lanskap global aplikasi pesan. WA Third-Party Chats mendorong kompetisi lebih sehat. Startup kecil yang dulu sulit bersaing kini bisa masuk pasar dengan lebih mudah karena mereka bisa langsung terhubung ke jaringan WhatsApp.
Dampak besar ini juga dapat mengurangi dominasi aplikasi tertentu dan memperluas pilihan komunikasi bagi pengguna di seluruh dunia. Jika fitur ini sukses di Eropa, sangat mungkin negara lain ikut menerapkan aturan serupa.
Baca juga : Oppo Reno 14 Pro 5G 7 Fitur Baru yang Terungkap dari Unboxing Desain Terbaru
Cara Kerja WhatsApp Third-Party Chats Secara Teknis
Untuk lebih memahami bagaimana WA Third-Party Chats berjalan, berikut penjelasan teknisnya. Agar aplikasi lain bisa terhubung, mereka harus mengikuti protokol interoperabilitas yang diberikan WhatsApp.

Pada level teknis, prosesnya melibatkan beberapa langkah:
-
Aplikasi pihak ketiga mendaftar sebagai mitra interoperabilitas.
-
WhatsApp memberikan dokumentasi teknis, protokol enkripsi, dan API.
-
Aplikasi tersebut harus membuktikan bahwa mereka menggunakan enkripsi end-to-end yang kompatibel.
-
Setelah diverifikasi, WhatsApp membuka akses jaringan untuk pesan teks dasar.
-
Pengguna dapat memilih apakah mereka ingin mengaktifkan WhatsApp Third-Party Chats di aplikasi mereka.
Itulah sebabnya fitur ini tidak aktif secara otomatis. Pengguna harus secara manual menyetujui integrasi tersebut.
Dampak WhatsApp Third-Party Chats bagi Pengguna di Eropa
Dengan hadirnya WhatsApp Third-Party Chats, pengguna di Eropa menikmati beberapa keuntungan besar:
-
Tidak perlu menginstal banyak aplikasi pesan.
-
Bisa berkomunikasi secara lintas platform.
-
Tetap terlindungi dengan enkripsi end-to-end.
-
Lebih mudah beralih ke aplikasi pesan baru.
Namun ada juga beberapa kekurangan:
-
Fitur WhatsApp tidak semua kompatibel dengan aplikasi lain.
-
Risiko spam sedikit meningkat karena hubungan terbuka.
-
Pengguna harus lebih memahami pengaturan privasi.
Masa Depan WhatsApp Third-Party Chats di Luar Eropa
Saat ini, fitur WhatsApp Third-Party Chats hanya diwajibkan di Uni Eropa. Namun keberhasilannya bisa membuat wilayah lain mulai mempertimbangkan aturan serupa. Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Asia telah memantau perkembangan ini.
Jika terbukti aman, efisien, dan bermanfaat, tidak menutup kemungkinan fitur ini menjadi standar global aplikasi pesan.
Kesimpulan
Revolusi WhatsApp Third-Party Chats bukan hanya tentang fitur baru. Ini adalah langkah besar menuju masa depan komunikasi yang lebih terbuka, fleksibel, dan kompetitif. Pengguna tidak lagi bergantung pada satu aplikasi saja dan bisa bebas memilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa takut kehilangan akses komunikasi.
WA Third-Party Chats adalah bukti bahwa regulasi bisa mendorong inovasi, sekaligus memberikan manfaat besar bagi masyarakat digital Eropa.
